Rabu, 23 Maret 2016

WATASHI NI CHANSUWOKUDASAI Bagian 1

           Berawal dari usai acara makan-makan kantor di darah Muara karang di acara itu aku bertemu Pria yang terlihat sangat tertutup. Senyuman malu itu datang berkali-kali namun bukan untukku, bahkan aku hanya bisa melihatnya dari jauh. Aku bertanya dengan beberapa orang disana tentang pria itu namun bukan informasi yang aku dapatkan aku malah jadi bahan ledekan semua orang yang berfikir aku menyukainnya.

            Responnya untuk ku juga biasa saja apa ini hanya cinta numpang lewat saja aku terus berfikir seperti itu, aku juga tidak terlalu memperdulikan itu yang penting hari ini aku bahagia karena bisa bertemu dengan Pangeran seperti dia. Tapi aku terus bertanya-tanya siapa namanya.

            Aku mulai mencari siapa namanya. Namun sangat susah jika tidak memiliki foto dan alat pendukung lainnya, aku bertanya pada salah satu pekerja Muara Karang yaitu Arata tapi dia juga sulit untuk membertahuku, dia bertanya fotonya. Sepertinya aku juga ga bisa kalau ga punya alat pendukung.

            Aku memutuskan untuk berhenti mencari informasi tentangnya, lagi pula aku juga sedang di sibukan dengan pria – pria yang keluar masuk dalam hidup ku. Setahun sudah tak ada kabar dancerita tentangnya lagi. Aku pun juga tidak bertemu dengannya lagi di karenakan kantor kami berbeda STO (Sentral Telepon Otomat).

 Hari itu aku bertemu lagi dengan Arata di Pos Satpam kebetulan aku sedang berada di sana dengan seseorang yang bisa di bilang sedang dengan aku, namanya Dai dia Satpam Tampan di kantorku.

ASUKA             : “Anak muara karang loh waktu itu kita makan makan di muara
                            karang”
ARATA             : “Yang mana si? Adaa fotonya ga?”
ASUKA             : “Ga ada, tapi coba liat temen kamu yang ciri-cirinya tuh ga
                             terlalu hitam, manis, pendiem, pemalu, badannya sekamu lah”
ARATA             : “Ciri-cirinya kaya Akihoko”
ASUKA             : “masa nama orang manis gitu namanya kampung gitu, coba
                             -coba liat fotonya”
ARATA             : “Nih Bentar kayanya ada deh fotonya si Akihiko”
ASUKA             : “Coba cepet”
ARATA             : “Nih yang ini bukan orangnya”
ASUKA             : “Nah.. iya bener yang ini, mana ada BBMnya ga?”
ARATA             : “Yah klo BBM gua ga tau As”
ASUKA             : “Telegram ada ga?”
ARATA             : “Tau deh, dulu dia di panggilnya Bule soalnya putih”
ASUKA             : “Putih dari mana, orang dekil gitu”
ARATA             : “Dulunya dia putih sekarang aja gara-gara kerja di lapangan jadi
                            dekil”

            Terpaksa harus cari sendiri yang penting dah tau namanya Akihiko. Setalh itu Saat aku buka Telegram yang menyatukan ku dengan semua karyawan di kantorku. Sepupuku ngeshere di Telegram foto Akihitu dan temnanya d dalam mobil untuk memberi tahu salah satu temenku yang bernama KA Daichi yang sedikit kecewean.


DAISUKE          : “Pilih Chi”
DAICHI             : “Aduh lola ky elo Ke”
ASUKA             : “Pilih Akihiko ah”

            Obrolan dengan Daichi tentang Akihiko pun berlanjut di pesan pribadi, sebelumnya memang sering cerita banyak tentang semua pria yang dekat denganku dengannya contohnya saat aku dengan Atsushi, Pria yang sempat merebuh hatiku namun dia bilang padaku dia masih ingin usaha dulu untuk dapetin kekasih lamanya itu lah yang membuat aku mundur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar